Cerdas Berkarakter di Masa Pandemi COVID-19

 

Melakukan home visit dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Kita sekarang sudah hidup pada kondisi yang disebut dengan tatatan kebiasaan baru (new normal). Paradigma tentang hidup yang normal sudah mulai mengalami pergeseran. Sejak virus berbahaya, SARS-CoV-2 yang menyebabkan suatu penyakit yang disebut dengan COVID-19 mulai mewabah secara pandemik, pemerintah mulai melakukan revolusi terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini pun berdampak cukup besar pula pada dunia pendidikan. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, sekolah-sekolah mulai dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di kelas. Mayoritas sekolah mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.

Karena banyaknya keterbatasan dalam pembelajaran daring dan mungkin karena kurang persiapan dalam implementasinya, perlu diambil solusi lain dalam proses pembelajaran salah satunya melaksanakan pembelajaran dengan metode home visit (kunjungan ke rumah peserta didik). Ada prosedur panjang yang dilakukan sebelum keputusan untuk melakukan home visit ini dilakukan. Salah satunya adalah prosedur tentang protokol kesehatan.

Pemerintah sudah mewajibkan seluruh masyarakat untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Ini bukan anjuran ya, tapi kewajiban. Pun saat melakukan home visit, baik pendidik yang mengunjungi, dan peserta didik yang dikunjungi harus menjaga protokol kesehatan, walaupun berada di dalam lingkungan rumah. Memang rasanya kurang nyaman, namun demi kesehatan dan menghormati aturan pemerintah, kami tetap harus membiasakan diri untuk memakai masker, demi kebaikan bersama. Sehingga, proses pembelajaran tetap bisa berjalan dengan kondusif.

Cerdas adalah bagaimana cara kita bisa menyikapi dan beradaptasi terhadap kondisi yang baru, dalam hal ini adalah kondisi new normal. Dengan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, maka beberapa karakter yang bisa ditanamkan pada diri kita dan peserta didik adalah :

  1. Religius. Mempercayai bahwa wabah ini adalah ciptaan Tuhan YME, di mana kita percaya bahwa jika kita tidak berhati-hati maka penyakit ini bisa saja menyerang kita sewaktu-waktu.
  2. Nasionalis. Mencegah penyebaran COVID-19 dengan menjaga protokol kesehatan merupakan bukti bahwa kita sangat mencintai bangsa dan negeri ini. Keinginan untuk menyelamatkan negeri ini dari wabah berbahaya harus ditanamkan kepada diri setiap insan.
  3. Mandiri. Keadaan new normal memaksa orang untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Contohnya, peserta didik harus belajar secara mandiri di rumah, tidak seperti ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka di kelas.
  4. Gotong-royong. Harus ada kekompakan dan keserasian antara sekolah, orang tua dan seluruh stake holder. Seluruh elemen masyarakat harus bergotong-royong untuk menghentikan penyebaran COVID-19 ini secepat mungkin.
  5. Integritas. Disiplin terhadap protokol kesehatan merupakan suatu sikap patuh terhadap suatu peraturan. Contohnya adalah penggunaan masker secara konsisten.

Untuk menghadapi revolusi kehidupan akibat pandemi ini memang tidak mudah. Manusia yang cerdas dan berkarakter adalah manusia yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi apapun. Kalian cerdas dan berkarakter? Patuhi protokol kesehatan! Gunakan masker!


Anita Sukarini, S.Pd.

SMA Bina Widya Solo

Posting Komentar

0 Komentar